Selamat Datang di situs resmi Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia, kabupaten kutai kartanegara selamat menikmati, bersama etam membangun pelajar dengan berbasis imtaq dan iptek di odah kita.

KONFRENSI WILAYAH KALTIM KE 15

pemilihan dan pelantikan pengurus wilayah periode 2011-2013.

Lambang PII, dan badan otonom serta Keluarga Besar

sejak 1947 berkiprah memajukan pendidikan di indonesia

Peringatan Hari jadi PII tahun 2012

Mengundang dai kondang "ustadz Azhari nasution" dai muda pilihan ANTV

Aksi Kemanusiaan

Galang Dana Untuk Korban kebakaran

Dialog pelajar

bekerjasama dengan korps brigade PII kaltim dalam rangka hari pahlawan

Agenda Selanjutnya Leadership Basic Training di Tenggarong, Kutai Kartanegara SMA Negeri 2 Tenggarong. Pada Tanggal 25 - 31 Juli 2012
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 September 2012

Partikel Tuhan

Minggu-minggu ini, dunia dihebohkan dengan sebuah penemuan baru yang disinyalir adalah penemuah sebuah partikel Tuhan. Partikel Tuhan? lalu apa maksudnya..?
mengapa partikel ini didefinisikan sebagai partikel Tuhan?
Menurut beberapa referensi yang saya baca, pada awalnya partikel ini ditemukan oleh Peter Higgs, 48 tahun silam. istilah yang mengelitik itu. Istilah “partikel Tuhan” dikenal sejak 1993, dari buku yang berjudul “The God Particle: If the Universe is the Answer, What is the Question?” karya penerima Nobel bidang Fisika, Leon M. Lederman.
Higgs menceritakan, awalnya sang penulis memberi nama partikel itu “Goddamn particle” alias “partikel terkutuk”, saking sulitnya untuk ditemukan. Namun, editor tak berkenan, dan mengubahnya menjadi “God particle” alias “partikel Tuhan”. “Istilah itu tidak digunakan para fisikawan, namun menarik bagi umum,” kata Higgs.Tapi gara-gara istilah itu, proyek pencarian partikel yang memakan dana besar mendapat perhatian dunia. Istilah “partikel Tuhan” terdengar lebih seksi, dan menggelitik dari pada “Higgs boson”.
Dengan nama partikel Tuhan inilah para peneliti diseluruh dunia merasa tertantang dan berlomba-lomba menemukan partikel yang dianggap sebagai kunci dari pembentukan alam semesta ini. Sebagaimana dikutif Daily News bahkan pencarian partikel ini telah melibatkan 3000 ilmuan dari 40 negara di bawah sebuah lembaga Organisasi Penelitian Nuklir Eropa (CERN) yang berkantor di Jenewa Swiss.
yang pada akhirnya 4 Juli 2012 lalu kantor Center For Nuclear Research (CERN) secara resmi mengumumkan penemuan partikel barunya yang memiliki masa sekitar 125-126 gigaelectronovolts (GeV). itu artinya sekitar 130 kali lebih berat dari proton yang menjadi inti dari setiap atom. Penelitian itu memakai Large Hadron Collider (LHC), pemercepat partikel sepanjang 27 kilometer, terkubur di bawah tanah di perbatasan Prancis dan Swiss. Dibangun dengan dana US$10,5 miliar, alat itu dipakai untuk menciptakan kembali kondisi setelah Big Bang, ledakan mahabesar, yang diduga sebagai awal penciptaan alam semesta.
Rahasia penciptaan
Higgs boson adalah keping terakhir dari puzzle untuk melengkapi Model Standar Partikel Elementer, salah satu teori yang paling sukses untuk menjelaskan bagaimana partikel dasar berinteraksi dengan gaya-gaya fundamental. Sekaligus memahami asal usul alam semesta, bagaimana ia berkembang, dan bagaimana manusia ada hingga saat ini.
Untuk memahami Model Standar, kita harus mengetahui fisika didasarkan pada konsep empat gaya di alam: elektromagnetik, gaya kuat, gaya lemah, dan gravitasi.
Apa saja partikel itu? Model Standar menyatakan, materi terdiri dari partikel kecil yang disebut fermion. Fermion terdiri dari quark dan lepton. Ada juga boson, yakni partikel perantara interaksi antar materi. Tiap boson membawa gaya sendiri –gluon membawa gaya kuat, foton membawa gaya elektromagnet W, Z boson membawa gaya lemah, dan graviton membawa gaya gravitasi. Partikel terakhir, yakni Higgs boson yang berperan menentukan massa. Kecuali Higgs boson, semua partikel dalam Model Standar sudah ditemukan.
Bersandar pada hukum distribusi statistik kuantum Bose-Einstein, hasil kolaborasi fisikawan India, Satyendra Bose dan Albert Einstein, Peter Higgs pada 1960-an mencetuskan teori yang menuntut adanya partikel subatom dari suatu medan (field) yang memberikan massa ke partikel dasar – yang kelak disebut Higgs boson.
Begini cara kerjanya: partikel tak bermassa seperti foton memang tidak berinteraksi dengan medan Higgs, tetapi partikel lain semacam elektron dan quark berinteraksi dengan medan itu menghasilkan massa sesuai sifat interaksinya. Semakin besar interaksi partikel, makin besar massanya.
Dari mana muncul nama Higgs boson? Medan Higgs ini terdiri dari kuanta partikel berjenis boson – itu sebabnya dinamai Higgs boson, yang memiliki ciri, massanya diprediksi berada diatas 100 Giga eV atau lebih dari 100 kali massa proton.
Lucunya, saat mengirimkan makalah berisi hipotesanya ke jurnal Physics Letters tahun 1964 silam, Higgs sama sekali tak menyebut soal partikel itu. Akibatnya, para editor jurnal yang notabene fisikawan ternama menolaknya.
Kemudian Peter Higgs menambahkan paragraf kecil tentang partikel yang dimaksud, karena terlanjur sakit hati, ia mengirimkan revisi makalahnya itu ke jurnal saingan, Physical Review Letters, yang menerimanya senang hati. Sebagai fisikawan pertama yang menyebutnya, partikel itu menyandang namanya.
Lalu apa hubungannya dengan pembentukan alam semesta?
Pada 13,7 miliar tahun lalu, sesaat setelah dentuman terjadi (Big Bang), semesta yang panas terisi oleh hamparan partikel. Tanpa kehadiran Higgs boson, maka quarks tidak akan terkombinasi membentuk proton atau neutron. Kemudian, proton dan neutron pun tak akan terkombinasi dengan elektron membentuk atom. Tanpa atom, maka molekul dan materi pun tidak akan terbentuk. Atau dengan kata lain: tak ada galaksi, tak ada bintang, tak ada planet, tak ada kehidupan di muka Bumi.
Michael Tuts, Profesor Fisika dari Columbia University yang terlibat dalam penelitian tim ATLAS mengatakan, masih perlu sejumlah pembuktian untuk menyatakan bahwa itu adalah Higgs boson. Kendati demikian, partikel berat itu dinyatakan memiliki karakteristik “partikel Tuhan”.
Begitulah partikel ini di jelaskan dari mulai mengapa dinamakan patikel tuhan dan bagaimana cara kerja partikel ini hingga didefinisikan sebagai partikel tuhan, yang pasti penemuan ini merupakan penemuan yang luar biasa yang lahir dari ribuan tangan Ilmuan yang mungkin harus dan patut kita pelajari juga, adapun terkait dengan namanya sebagai partikel Tuhan, di awal sudah dijelaskan bahwa itu tidak terkait dengan zat Tuhan, bahkan Higgs sebagai pencetus nama Partikel Tuhan ini pun mengaku tak suka dengan istilah “partikel Tuhan”. Sebab, “bisa menyinggung perasaan orang beragama, walau dia sendiri adalah sebagai seorang ateis.”
Yang pasti sebagai seorang Mahasiswa muslim, dari sudut pandang Islam. “Dalam ajaran akidah Islam, wujud Allah itu adalah Zat Yang Maha Tinggi dan tidak dapat dilihat dengan kasat mata oleh manusia,” sekalipun oleh ribuan Ilmuan yang didatangkan dari seluruh dunia.
Penemuan yang dinamakan dengan partikel Tuhan inipun bagi saya hanyalah sebuah penemuah pentingbaru yang merupakan makhluk ciptaan Allah biasa, yang baru ditemukan manusia dari ribuan bahkan jutaan partikel yang tak terhingga yang ada di jagat raya ini.
Adapun sikap kita sebagai seorang akademisi ialah mencoba mempelajari lebih dalam mengenai penemuan itu sebagai sebuah khasanah ilmu baru yang bisa memperkaya pemahaman manusia yang dampaknya bisa menambah keimanan kita kepada Allah SWT.
Wallahu,alam.
sumber: http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/07/16/partikel-tuhan/

Senin, 10 September 2012

Jabir ibnu hayyan

Seorang tokoh besar yang dikenal sebagai “the father of modern chemistry”.
Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi.
Jabir Ibn Hayyan (yang hidup di abad ke-7) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia.
Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar untuk berkembangnya ilmu kimia dan tehnik kimia modern saat ini.
Jabir Ibn Hayyan-lah yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Dia juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.
Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.
Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol.
Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertamakali dilakukan oleh Jabir. Dia mengajukan tiga kelompok senyawa berikut:
1) “Spirits“ yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida.
2) “Metals” seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi; dan
3) “Stones” yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.
Salah satu pernyataannya yang paling terkenal adalah: “The first essential in chemistry, is that you should perform practical work and conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes experiments will never attain the least degree of mastery.”
Pada abad pertengahan, penelitian-penelitian Jabir tentang Alchemy diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan menjadi textbook standar untuk para ahli kimia eropa. Beberapa diantaranya adalah Kitab al-Kimya (diterjemahkan oleh Robert of Chester – 1144) dan Kitab al-Sab’een (diterjemahkan oleh Gerard of Cremona – 1187). Beberapa tulisa Jabir juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot kedalam beberapa buku berjudul: Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury. Beberapa istilah tehnik yang ditemukan dan digunakan oleh Jabir juga telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah di dunia internasional, seperti istilah “Alkali”, dsb.

Rabu, 18 Juli 2012

Dahlan Orasi Kebangsaan di Muknas PII

TIBA DI BANDARA : Metri BUMN Dahlan Iskan, disambut, pimpunan Radar Sulteng Kamil Badrun AR (kanan) di Bandara Mutiara Palu, serta sejumlah anggota PII. Kehadiran Dahlan Iskan di Palu dalam rangka menghadiri Muktamar PII , Kamis (11/7)

PALU- Sosok Dahlan Iskan menjadi pusat perhatian pada Muktamar Nasional (Muknas) ke-28 Pelajar Islam Indonesia (PII) di Gedung Pertunjukan Taman Budaya Sulawesi Tengah, Palu, sore kemarin (11/7). Menteri BUMN RI tersebut, memberikan orasi kebangsaan di hadapan para peserta Muknas yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Sebagai aktivis PII era 1970-an, Dahlan membuka orasinya dengan bernostalgia terlebih dahulu. Dia menceritakan tentang aktivitasnya di PII dan bagaimana dirinya pasca “uzlah” dari PII,  serta perjalanan hidupnya  hingga kini secara singkat.
Secara umum, Dahlan memberikan motivasi kepada para pengurus PII yang rata-rata adalah pelajar dan mahasiswa. Dia menekankan bahwa yang terpenting bagi pribadi seseorang adalah integritas dan karakter. Dua hal tersebut adalah kunci dari beberapa syarat untuk menjadi sukses dalam kehidupan. Termasuk untuk mencapai tujuan sesuai tema Muknas, yakni Kader Umat, Bermanfaat dan Bermartabat.
Dahlan mengakui walau dia lahir dalam keluarga miskin, namun itu tidak membuatnya lantas menjadi kecil. Dia mengaku  tetap bersemangat dan bertekad untuk mengambil peran dalam kehidupan. Keinginannya itu semakin kuat setelah meninggalkan PII dan menekuni bidang jurnalistik sebagai wartawan, profesi yang diakuinya mengantarkannya pada pencapaiannya saat ini. “Integritas itu suatu prinsip yang dipegang secara independen dan terus menerus,” jelasnya.
Dia menambahkan, integritas sangat berkaitan dengan nilai seseorang. Karakter pun demikian. Orang terlebih dahulu harus bersikap jujur, sebab menurut Dahlan track record seseorang dapat dilacak melalui tingkah lakunya di masa lalu. Jika terdapat cacat, maka akan sulit dipercaya dan diamanahkan sebuah peran yang besar. Hal itu diakui Dahlan terus dijaganya hingga kini dipercayakan oleh presiden menjadi menteri.
Dahlan juga mendorong agar aktivis organisasi agar tidak senang berlama-lama mengurusi lembaga. Yang perlu dilakukan adalah tindakan nyata dan jangan terjebak pada dialog panjang. Dahlan menyarankan agar segera berbuat dan mengambil peran penting di masyarakat. Apalagi jika berbicara tentang solusi atas permasalahan bangsa.
“Banyak yang bilang bisa atau tidak bisa, tetapi yang sebenarnya adalah mau atau tidak. Keberhasilan ada ketika kita mau. Jadi berbuat dulu dan lakukan dengan sungguh-sungguh,” tegas mantan Dirut PLN ini.
Pada kesempatan itu, Dahlan menyempatkan berdialog dengan 10 orang peserta dan undangan sekitar 1 jam lebih. Selama dialog, Dahlan didampingi perwakilan KB PII dan  Ketua PB PII.
Setelah berdialog, Dahlan menyempatkan diri salat Ashar di masjid terapung di depan SPBU Lere dan sidak mendadak ke PT Palindo di Pelabuhan Pantoloan, Palu Utara. Setelah itu mantan Dirut PLN tersebut langsung bertolak ke Jakarta Rabu malam, (11/7).
Soal Keinginan Jadi Capres di 2014
Di Muknas ke-28 PII, Dahlan Iskan, tidak menjawab ya atau tidak saat menjawab pertanyaan jika dirinya berkeinginan menjadi calon presiden (Capres) RI pada 2014 mendatang. Dahlan, sapaan akrabnya, hanya memberikan jawaban diplomatis yang menurutnya  sesuai dengan kondisi yang dihadapinya saat ini. Dahlan mengungkapkan, secara teoritis, saat ini dirinya tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden.
Pasalnya, dirinya berasal dari kalangan independen alias tidak memiliki partai. Sementara menurut aturan, calon presiden dari kalangan independen tidak diperbolehkan mencalonkan diri, kecuali bagi pemilihan calon bupati/walikota atau calon gubernur.
Soal peluang ada tawaran melalui jalur partai, secara teoritis, Dahlan menjelaskan kemungkinan itu tertutup. Karena, partai akan mengajukan ketua umumnya untuk maju sebagai calon presiden. Sehingga menurutnya pintu melalui partai tertutup baginya.
 “Pintu tertutup bisa saja terbuka jika digedor-gedor, dan alhamdulillah saya bukan orang yang suka mengedor-gedor. Jadi secara teoritis, sulit saya kira,” kata Dahlan.
Meski begitu, Dahlan menambahkan dirinya adalah tipe manusia yang sangat percaya dengan takdir. Jika pun di masa mendatang ditakdirkan menjadi presiden, maka dirinya tidak bisa menolak. Karena Dahlan juga percaya bahwa seseorang menjabat sebagai menteri ataupun presiden ditentukan oleh takdir.
 “Saya sangat percaya untuk jabatan yang tinggi-tinggi seperti itu sangat ditentukan oleh takdir. Karena kita lihat sendiri, begitu banyak orang yang sangat ingin jadi presiden meski punya uang banyak tapi tidak bisa juga. Jadi.., apa mau jadi (presiden) ya? Yah terserah yang di atas (Tuhan, red) saja,” ungkap Dahlan diakhiri dengan tawa.

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=18111

Minggu, 08 Juli 2012

Dahlan Iskan Diagendakan Buka Muknas PII di Sulteng

PALU - Untuk pertama kalinya, Muktamar Nasional (Muknas) Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-28 akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah. Perhelatan pergantian kader pimpinan nasional bakal dibuka oleh menteri BUMN Dahlan Iskan yang juga alumni PII.
Ketua eksekutif comity Muktamar Nasional PII Adi Surya Lasny, tadi malam (4/7) saat bertandang ke redaksi Radar Sulteng, mengatakan kegiatan pra  Muktamar Nasional PII ke 28 tahun 2012, akan dimulakan tanggal 8 Juli dengan beberapa agenda kegiatan, seperti seminar nasional, yang terdiri dari seminar pendidikan, kepemimpinan dan seminar kebangsaan serta ekonomi syariah. Juga akan dihadiri Gubernur Sulteng dan beberapa pembicara seperti menteri pertanian Suswono, serta pembicara nasional lainnya. “Kemudian pada tanggal 10 pada saat pembukaan akan dibuka langsung oleh alumni PII yang sekarang menjabat Menteri BUMN, Dahlan Iskan,” jelasnya.
Senada dengan itu, sekretaris Muktamar Nasional PII, Fachrurazzi B Lagala, menjelaskan kegiatan Muktamar Nasional PII akan dipusatkan di Golni dan pembukaannya di aula Al-Muksinin Jalan Sis Aljufri. Kegiatan yang dimulakan tanggal 8 Juli diagendakan berakhir 15 Juli mendatang. “Persiapan kami untuk di Sulteng sudah sekitar 60 persen. Rencananya untuk pengurus PII di Sulteng akan diikuti beberapa perwakilan pengurus daerah, di antaranya  Banggai Kepulauan, Banggai Luwuk, Tolitoli, Donggala. Diperkirakan dalam kegiatan muktamar PII di Palu akan dihadiri sekitar 1.000 perwakilan wilayah,” terangnya.
Sementara pengurus besar PII, Zuhrutursalen, mengatakan terpilihnya Palu atau Sulteng menjadi tempat pelaksanaan Muktamar Nasional PII ke 28, karena memiliki historis dari beberapa senior PII yang telah memperjuangkan PII menjadi salah satu basic untuk Indonesia Timur. Sekaligus menjadi wilayah PII yang komitmen untuk menjadi kader PII yang dianggap memiliki pandangan berbeda dengan PII terdahulu yang dianggap kader PII yang fanatik. “Ini merupakan kehormatan di Sulteng menjadi tempat pelaksanaan Muktamar Nasional PII,” demikian Zuhrutursalen. (ron)

Kamis, 28 Juni 2012

Alur Proses Registrasi dan Heregistrasi di Unmul

Karena Sebagian dari Anggota PII Kukar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, nah baru aja admin ketemu alur Registrasi Ulang dan Heregistrasi di Unmul.(Universitas Mulawarman).
Karena di situs asalnya ada gangguan jadi silakan kunjungi di sini aja... tapi maaf aja gambarnya sedikit gak jelas, karena baru ketemu yang ini saja, ukuran aslinya lagi bermasalah. Selamat Menikmati.

Setelah Mendengar Al Qur'an Perilaku Kaka' Berubah

Ricardo Kaka, bintang sepak bola asal Brazil mengatakan, “Al-Quran lebih indah dari perkataan manusia dan merupakan sebuah mukjizat.” Pemain yang bernama asli Ricardo Izecson dos Santos Leite yang kini bermain untuk grup asal Spanyol Real Madrid ini menambahkan, “Saat kita membaca Al-Quran, maka setiap orang akan menyadari bahwa ini bukan hasil karya seorang manusia melainkan sebuah mukjizat.”

Ketua Bidang Agama Perhimpunan Lembaga-lembaga Agama Brazil berkomentar mengenai Kaka, ia mengatakan, “Kaka adalah seorang Kristian yang religius, akan tetapi religiusitasnya ini tidak menjadi penghalang baginya untuk mengungkapkan rasa hormatnya kepada agama-agama lain, melainkan ia memberikan perhatiannya kepada spiritual.”

Bersamaan dengan ini, imam jamaah masjid Gorolius di Brazil sembari menolak berita mengenai kemusliman bintang Brazil ini mengatakan, “Kaka adalah seorang Kristian yang rajin ke gereja, akan tetapi ia senang mendengarkan Al-Quran.”

Dari sisi lain, Ketua Lembaga Dakwah Islam di Brazil mengatakan bahwa setelah mendengarkan Al-Quran, perilaku Kaka menjadi berubah, ia memberikan penghormatannya yang mendalam kepada Islam dan muslim.

Dia menegaskan, “Kecintaan dan penghormatan Kaka terhadap agama Islam akan memberikan iklim baru bagi para pendukung bintang Brazil dan tim Real Madrid ini.”

Dikatakan, pemain yang dulu pernah membela tim asal Italia Ac Milan ini, bulan lalu setelah hadir di masjid yang khusus untuk para wisatawan di kota Dubai, Uni Emirat Arab mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang murah hati dan pengasih, dan dengan melihat perilaku terpuji para Muslim, membuatnya tertarik untuk mengenal dan mengkaji agama ini lebih jauh. (IPABI Online/shabestan)

Sumber : http://www.ipabionline.com/2012/03/setelah-mendengarkan-al-quran-perilaku.html

Jimly: Koin Gedung KPK Tamparan Keras bagi DPR

TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Ashiddiqie, menilai pengumpulan koin dari masyarakat untuk disumbangkan pembangunan gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) merupakan tamparan bagi DPR dan pemerintah. Pengumpulan koin itu merupakan kepedulian masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pejabat eksekutif ataupun legislatif harus juga peduli," kata Jimly saat berada di Yogyakarta, Kamis 28 Juni 2012.

Uang koin yang dikumpulkan oleh rakyat itu, kata dia, juga tidak akan mencukupi untuk pembangunan gedung yang mencapai Rp 160-an miliar. Lagi pula KPK juga tidak bisa serta-merta menerima uang itu. Sebab itu juga disebut korupsi karena KPK adalah lembaga negera.

Uang yang memang dikumpulkan dari masyarakat itu sah-sah saja. Namun uang itu jika sudah diserahkan harus dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Ia melanjutkan, pembangunan gedung itu seharusnya tidak menjadi isu politik. Apalagi isu itu digiring menjadi konflik antara KPK dan Komisi III DPR. Memang secara obyektif KPK perlu gedung yang memadai.

Sebenarnya, banyak lembaga negara yang membutuhkan gedung. Seperti Badan Pengawas Pemilu dan instansi lain. Tetapi di sisi lain banyak pula lembaga yang banyak mempunyai gedung. Namun penggunaannya tidak produktif.

Jimly mencontohkan aset-aset gedung yang dikelola Kementerian Keuangan, yang banyak jumlahnya, tapi tidak optimal dalam pemanfaatannya.

"Seharusnya ada koordinasi antar-instansi untuk membahas ini. Kementerian Keuangan harus turun tangan. Jangan lihat soal gedung ini secara sektoral," kata dia.

Ia menyarankan semua pihak harus mendukung dan mempunyai komitmen dalam permasalahan rencara pembangunan gedung KPK tersebut. Di sisi lain KPK juga tidak diperbolehkan mengkoordinasi pengumpulan uang dari masyarakat untuk kebutuhan pembanginan gedung itu.

MUH SYAIFULLAH

Sumber : Tempo.com

Senin, 25 Juni 2012

Ketika Kukar Semakin Liar!


Oleh Imam Nawawi


KUTAI Kartanegara merupakan sebuah kabupaten yang kaya sumber daya alamnya. Di kabupaten inilah dulu saya sempat menghirup udara sambil mengasah diri dalam banyak kegiatan.


Di kota ini saya menempa diri mulai dari pendidikan, keorganisasian pelajar, hingga interaksi langsung dengan masyarakat. Boleh dikata ada sejuta kenangan indah Kukar dalam diriku. Sebab di
Odah Etam itulah saya sangat merasakan kedewasaan menyemai kuat dalam akal dan jiwaku.

Kutai Kartanegara atau biasa kita menyebutnya Kukar saja, merupakan kabupaten yang menyimpan rupa-rupa kekayaan bumi. Satu di antaranya yang paling favorit adalah batu bara. Sejak berstatus pelajar di SMAN 1 Loa Kulu, saya masih ingat, aktivitas tambang di sini memang telah berjalan begitu pesat.


Dulu di desa di mana kedua orangtuaku mengais rizki yaitu di bilangan Jonggon Kecamatan Loa Kulu, ada perusahaan tambang besar dan terkenal yang beroperasi di sana dengan perusahaan rekanannya sebagai pemilik areal lahan. Ada positif negatifnya keberadaan tambang batu bara di sekitar desa Jonggon.


Positifnya, ada sebagian warga yang bisa mendapatkan lapangan pekerjaan meskipun tampak hanya sebagai pelengkap dan penahan gejolak sosial saja. Kadang kala juga memberi kepuasan hati bagi sebagian penduduk yang sedang berjalan kaki di sepanjang jalan desa kemudian ada mobil tambang lewat. Masyarakat senang karena seringkali mobil tambang itu mengajak serta orang yang berjalan kaki untuk diangkut ke dalam mobil.


Akan tetapi jika ditimbang secara proporsional, apa yang dirasakan sudah cukup menyenangkan oleh warga desa Jonggon dengan menjadi bagian pelengkap dari proses tambang yang memberikan keuntungan finansial sangat besar itu sangat tidak sebanding dengan semestinya keuntungan yang didistribusikan ke warga desa secara kolektif.


Aspek negatif yang tidak akan tergantikan adalah kerusakan alam dan ketergantungan terhadap tambang batu bara. Mungkin hari ini sebagian masih bisa membangun rumah dengan mendapatkan remah-remah dari keuntungan batu bara. Tetapi 20–50 tahun ke depan tatkala batu bara telah punah, apakah warga Jonggon A masih akan mampu hidup seperti sekarang.


Di sini saya ingin mengajukan usul kepada Bupati Kutai Kartanegara agar tidak memandang tambang dari aspek ekonomi semata seperti yang selama ini telah terjadi. Keuntungan itu tidak semestinya dilihat secara parsial tapi harus komprehensif. Jangan sampai hanya pejabat yang untung lalu dianggap sudah untung, sementara rakyat buntung.


Sebab cara pandang yang melihat keuntungan hanya pada aspek ekonomi dan mengabaikan aspek yang lain, sesungguhnya tanpa kita sadari keuntungan yang kita anggap memberikan kenikmatan itu pada saat yang sama juga mengundang malapetaka besar.


Benar, malapetaka besar akan terjadi; seperti tragedi kehidupan yang akan memusnahkan semua makhluk hidup. Bukan saja manusianya, tapi juga hutannya, iklimnya, dan tentu hukum alam yang akan mengutuk kerakusan manusia. Bayangkan saja jika hutan ludes untuk area tambang. Aspek hutan saja yang rusak manusia sudah mengalami ancaman kehidupan yang mengkhawatirkan.


Apakah menanam pohon itu bisa satu tahun tumbuh besar?. Apakah menanam pohon tidak membutuhkan area dan dana?. Bagaimana jika kemudian kemarau terjadi berkepanjangan. Dimanakah sumber air akan ditemukan?. Apakah semua itu bukan bukti bahwa kelaparan sedang mengancam, dan kematian massal di depan mata?.


Mungkin hari ini tidak terlihat karena mata memang tidak sanggup menjangkaunya. Tetapi akal yang sehat dan batin yang bersih akan melihat itu dengan sangat jelas sebagaimana jelasnya mata kepala melihat buaya menganga siap menerkam mangsanya.


Keuntungan Komprehensif

Sudah saatnya tambang batu bara menjadi asset daerah yang memberikan keuntungan secara komprehensif dan kolektif. Tidak seperti selama ini terjadi di mana keuntungan tambang hanya mengalir pada bagian tertentu semata. Sementara rakyat tetap berselimut kesusahan, kemiskinan dan kebodohan.

Keuntungan komprehensif itu adalah keuntungan yang memberikan nilai tambah pada semua aspek kehidupan asasi manusia.


Misalnya, keberadaan tambang di suatu desa di Kukar harus menjadikan kehidupan warga lebih bergairah. Mulai dari bidang pendidikan dengan adanya pengalokasian dana untuk pembuatan perpustakaan desa yang bagus. Kemudian pelatihan-pelatihan simultan untuk memanfaatkan potensi pertanian, perikanan, dan kerajinan yang kelak bisa menjadi pengganti yang mumpuni tatkala tambang sudah tiada lagi.


Selanjutnya bagaimana aktivitas tambang tidak mengancam kelestarian lingkungan dan sebaliknya mampu berkontribusi untuk grand design pranata sosial yang lebih maju, unik, dan inspiratif bagi masa depan kehidupan manusia. Sederhananya mungkin seperti kalimat ini;
“Ehm, bagaimana, ya, dengan adanya tambang ini kelak dan harus kita mulai dari sekarang tercipta satu pranata sosial dan konstruk alam yang unik, progressif dan inspiratif bagi masyarakat global?”.

Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana tambang batu bara bisa berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keimanan dan ketakwaan seluruh masyarakat Kutai Kartanegara. Jangan sampai keberadaan tambang justru mendatangkan budaya amoral yang merusak eksistensi manusia sebagai makhluk terbaik dari Tuhan.


Jangan Liar!

Beberapa waktu lalu, laman Kompas.com menurunkan berita tentang sentilan (atau lebih tepatnya teguran) yang diberikan oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak kepada Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari terkait izin pertambangan di Kukar.

Awang menyebutkan, sebagaimana dalam laporan berita itu, "Ada 1.304 kuasa pertambangan batubara di Kaltim, dan mohon maaf, Bupati Kukar (Kutai Kartanegara), izin tambang di Kaltim paling banyak berada di Kabupaten Kukar”.


Sementara itu berdasarkan catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim —LSM yang konsen mengkritisi tambang batubara— lanjut berita tersebut, Kukar memiliki 687 perizinian kuasa pertambangan (KP) hingga tahun 2009. Sepanjang 2007-2008 saja, dikeluarkan 247 perizinan.


Jatam merinci, Jika dibandingkan dengan jumlah desa se-Kukar, rasionya ada dua perusahaan tambang dalam satu desa. Di Kecamatan Samboja, saja, menurut Jatam, ada 91 izin usaha pertambangan (IUP) yang diterbitkan. Bahkan Koordinator Jatam Kaltim Kahar Al Bahri menyebut jumlah ini merupakan rekor dunia karena terbanyak se-dunia.


Kasus tersebut hendaknya menjadi alarm bagi Bupati Kutai Kartanegara untuk melakukan intropeksi menyeluruh terkait izin tambang dan memperbaharui mekanisme perizinan tambang yang lebih memperhatikan dan memprioritaskan kepentingan rakyat secara utuh.


Harus ada keberanian pada seorang bupati untuk benar-benar melakukan satu perubahan demi rakyat. Bagaimana izin tambang yang diberikan kepada perusahaan tidak mengabaikan eksistensi warga Kaltim, lingkungan Kaltim, yang mana semua itu adalah tonggak-tonggak kehidupan Kaltim sendiri.


Apabila bupati dalam hal ini tidak mampu atau tepatnya tidak mau memperbaiki sistem atau mekanisme perizinan tambang yang mengedepankan kepentingan rakyat secara utuh, maka rakyat banyak yang akan menjadi korban.


Ketika itu yang menjadi pilihan seorang bupati maka sejarah akan mencatat kepemimpinan kali ini sebagai kepemimpinan yang tidak berhasil dan karena itu menjadi contoh tidak baik yang akan diajarkan kepada generasi mendatang agar tidak mengulangi dan mewaspadai cara-cara kepemimpinan yang menyebabkan kegagalan hari ini.


Loa Kulu Tak Senyaman Dulu

Ketika masih menjadi murid SMAN 1 Loa Kulu, sungguh saya tidak pernah membayangkan kalau wilayah itu juga akan ‘dipaksa’ menjadi areal tambang batu bara. Tapi dugaan itu meleset dan sangat mengagetkan. Ternyata kini Loa Kulu juga menjadi target aktivitas pertambangan.

Sejak saya meninggalkan Loa Kulu untuk menimba ilmu ke Jawa, jalanan Loa Kulu menuju dusun Marangan masih terbilang cukup baik. Tapi kini dan sempat saya melihat langsung jalanan itu pada tahun 2009 lalu kondisinya (saya harap semoga saja telah diperbaiki) sudah tidak senyaman dulu. Memang lebih lebar tapi belum diaspal, sehingga tidak jarang pengendara motor yang terjatuh karena jalanan yang licin ketika musim hujan tiba.


Saya semakin prihatin ketika seorang sahabat yang juga kakak kelas di SMAN 1 Loa Kulu mengirim pesan lewat
inbox Facebook, “Kita juga harus perduli nih dengan Loa Kulu. Soalnya Loa Kulu sekarang hancur dengan tambang batu bara, sedih melihatnya,” demikian curhatnya.

Mungkin ungkapan sahabat saya itu mewakili jeritan hati seluruh rakyat Kutai Kartanegara dan terkhusus warga Loa Kulu yang terkena dampak negatif dari aktivitas tambang nakal. Kukar kian liar nampaknya bukan satu ungkapan berlebihan. Ia benar-benar terjadi.


Tetapi bagaimanapun generasi muda Kaltim, Kukar khususnya, dan Loa Kulu tentunya jangan berhenti berharap dan berupaya agar tambang menjadi surga yang sesungguhnya. Bukan surga bagi sebagian dan neraka bagi kebanyakan.


Penelitian Ilmiah

Sebuah Karya Ilmiah Remaja 15 Juli 2009 di Kukar juga menunjukkan data yang cukup layak untuk dipertimbangkan secara menyeluruh, terutama dampak lingkungan, kesehatan, dan budaya sebagai konsekuensi penambangan batu bara di Kecamatan Loa Kulu. Karya ilmiah mengungkapkan pada akhir tahun 2008, telah mulai dibuka tambang batu bara di Kecamatan Loa Kulu.

Loa Kulu yang semula sepi pun berangsur-angsur menjadi ramai karena banyak orang-orang dari luar daerah berdatangan untuk mengais rejeki di tambang batu bara. Adanya penambangan batu bara, mempunyai dampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitarnya. Namun penelitian ini menilai kedua dampak tersebut sejatinya memiliki kesenjangan yang sangat jauh sehingga diperlukan kearifan sikap pihak-pihak yang berwenang untuk menanganinya.


Hasil dari penelitian itu menunjukkan bahwa dampak positif penambangan batu bara di Kecamatan Loa Kulu menurut 90 responden adalah lapangan pekerjaan bertambah 56,57%, pengobatan gratis 6,67%, bantuan pendidikan 36,37%, bantuan di bidang olah raga 7,78%, perbaikan jalan 28,89%, bantuan dana 44,44% dan ganti rugi lahan 48,89%. Sementara dampak negatifnya adalah gangguan kesehatan berupa sesak nafas 11,11%, batuk-batuk 35,56%, gatal 35,56%.


Selain itu penelitian ilmiah remaja ini juga mengungkapkan dampak negatif terjadi pada aspek lingkungan. Gangguan lingkungan yang terjadi adalah banjir 41.11%, tanah longsor 24,44%, penggundulan hutan 47,78%, jalanan rusak 55,56%, suhu udara semakin panas 86,67%, rusaknya keramba 6,67%, air menjadi keruh 60%, banyak ikan mati 28,89% dan bahaya limbah batu bara.


Aktivitas penambangan ternyata berpengaruh terhadap kesehatan. Hal tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi tambang tetapi juga di daerah di luar lokasi tambang. Dari 90 orang responden yang ditanyai, ternyata mayoritas mereka merasakan gangguan kesehatan setelah adanya penambangan.


Gangguan tersebut diantaranya sesak nafas 10 orang atau 11,11%, batuk-batuk sebanyak 32 orang atau 35,56%, gatal-gatal 32 orang atau35,56% dan sebanyak 26 orang atau 28,89% tidak merasakan adanya gangguan kesehatan.


Aktivitas pengeboran dan pengangkutan hasil tambang menyebabkan banyak debu. Debu inilah yang menyebabkan gangguan pernafasan diantaranya batuk dan sesak nafas. Beberapa warga juga menyatakan bahwa kualitas air di daerahnya berubah setelah adanya penambangan. Mereka merasa air jadi keruh dan menyebabkan gatal-gatal jika digunakan mandi.


Selanjutnya masih menurut penelitian ilmiah remaja itu, 90 responden merasakan suhu di kecamatan Loa Kulu mengalami perubahan menjadi lebih panas dari sebelumnya. Hawa panas tersebut dipandang diakibatkan banyaknya pohon yang ditebang. Tumbuhan mempunyai manfaat menyerap CO2 dan menghasilkan O2 dalam proses fotosintesis.


Jika tumbuhan banyak ditebang maka yang bertugas menyerap CO2 berkurang. CO2 dapat menimbulkan efek rumah kaca yaitu panas matahari bisa diserap tetapi tidak bisa dipantulkan kembali ke atmosfer. Hal inilah yang dinilai menjadi penyebab perubahan hawa di Loa Kulu semakin terasa panas.


Meski data tersebut sudah beberapa tahun lalu dan dilakukan sekelompok remaja pelajar, laporan ilmiah tersebut kiranya sudah bisa menjadi bahan renungan kita semua untuk berbenah sejak sekarang. Biarlah fakta ini menjadi sejarah, namun jangan pernah membiarkan diri kita menjadi bagian sejarah yang tidak layak dibanggakan.


Mari fokus pada hari ini. Semua pihak hendaknya berpikir bagaimana kehidupan dirinya memberikan nilai positif dan progressif bagi kelangsungan kehidupan generasi mendatang.


Menarik apa yang disampaikan oleh Yudi Latif dalam tulisan
Resonansi-nya di harian Republika beberapa hari lalu. Apa yang membuat kesilaman sebagai kenangan keagungan dan kedatangan sebagai harapan kebahagiaan adalah kesabaran dan keseriusan kita merebut hari ini. Seperti kata Leo Tolstoy, “Dua petarung yang paling kuat adalah kesabaran dan penguasaan waktu”.

Selamat berjuang Kukar, selamat meraih kemenangan dengan tambang yang mensejahterakan seluruh rakyatnya. Jika tidak hari ini diperbaiki kapan lagi? Jika bukan usahamu siapa lagi? Kebahagiaan dan kesejahteraan semoga selalu bersama rakyat Kukar. Teruslah berbenah, perbaiki diri, dan kendalikan segera sifat keserakahan.[
KTC]


*Imam Nawawi adalah kolumnis www.kaltimtoday.com dan perintis Kelompok Studi Islam (KSI) Loa Kulu, serta perintis dan mantan Ketua Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII), Kutai Kartanegara, Kaltim.

sumber : http://www.kaltimtoday.com/2012/04/ketika-kukar-semakin-liar.html

Minggu, 24 Juni 2012

Fatwa Haramnya Rokok

Banyak orang yang tidak mengetahui atau tidak mau tahu tentang apa itu hukum dari rokok, sehingga banyak dari kita yang terjerumus ke dalamnya dan tanpa merasa malu lagi untuk menghisap rokok ini di depan umum.

Sesungguhnya apa hukum rokok itu???
Sesungguhnya Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk memakan dengan makanan yang halal dari rizki yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah berikan kepada hamba-Nya, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaithon itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah:168)
Dan juga Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman pada ayat yang lain.
Artinya:
“Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu” (Al-Ayah)
Maka jelaslah 2 ayat di atas tersebut perintah dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala- kepada hamba-Nya untuk makan makanan yang halal juga yang baik yang tidak ada kemudharatan atau bahaya bagi badan atau menyakiti tetangga atau menyia-nyiakan harta karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan segala sesuatu yang buruk yang dapat mendatangkan kemudharatan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
“Dan Rasul menghalalkan yang baik bagi mereka dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk“. (QS. Al-A’raf:157)
Diantara kemudharatan pada zaman sekarang ini yang banyak dari kaum muslimin lalai dari padanya, baik dari kalangan pemuda ataupun yang dewasa yang kebanyakan dari mereka tidak mengetahui keburukan-keburukannya adalah apa yang terdapat pada rokok.
Sehingga tidak sedikit dari meteka yang secara terang-terangan merokok di depan orang banyak tanpa mengenal rasa malu, mereka tidak menjaga kehormatan-kehormatan orang-orang yang berada di sekelilingnya, sehingga mereka menganggap ini merupakan suatu hal yang biasa. Padahal sudah jelas bahwasanya rokok merupakan sesuatu yang haram dan juga merupakan sesuatu yang buruk yang dapat mendatangkan bahaya bagi diri dia sendiri dan bagi orang lain.

Dari Sa’id Al-Khudriy Radliallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabd
Artinya:
“Tidak boleh memberi mudharat (kepada orang lain) dan tidak boleh saling menimpakan mudharat satu sama lain” (HR. Ibnu Majah dan Ad-Daruqutni dll dan hadits hasan)
Keburukan-Keburukan Rokok
* Rokok dapat membunuh secara perlahan-lahan.
Ketahuilah wahai saudaraku bahwa Allah – Subhanahu wa Ta’ala – melarang hamba-Nya untuk membunuh dirinya sendiri, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An-Nisaa:29)
Tidak dapat kita ingkari bahwasanya rokok dapat membunuh secara perlahan-lahan dan dapat mengakibatkan penyakit yang membinasakan seperti kanker paru-paru dan lain sebagainya, karena di dalam rokok terdapat racun (nikotin) yang dapat membunuh siapa saja yang menghisapnya.
Dari Abu Hurairah Radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang menghirup racun hingga mati, maka dia akan menghirup racun itu selama-lamanya di neraka jahannam” (HR. Al-Bukhary dan Muslim)
* Rokok tidak dapat menghilangkan lapar dan dahaga
Allah – Subhanahu wa Ta’ala – berfirman tentang makanan-makanan penghuni neraka yang artinya:
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِن جُوعٍ
“Mereka tidak memperoleh makanan selain dari pohon berduri. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al- Ghasyiyah:6-7)
Dan rokok tidak menggemukkan dan tidak bisa menghilangkan rasa lapar seperti makanan-makanan penghuni neraka.
* Menyia-nyiakan harta
Orang yang berakal dia mengetahui bagaimana dia hidup dan bermuamalah. Rizki yang Allah telah berikan niscaya tidak akan dihambur-hamburkan pada sesuatu yang haram tidak ada gunanya, menghambur-hamburkan merupakan perbuatan syaitan dan Allah Subhanahu wa Ta’ala :
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ
“Sesungguhnya pemborosan-pemborosan itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar terhadap Rabbnya” (QS. Al- Isra’:27)
Rasulullah – Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam – bersabda:
“Sesungguhnya Allah membenci padamu 3(tiga) perkara, dan beliau berkata: perbuatan menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya” (HR. Al-Bukhari)
Rokok adalah perbuatan pemborosan dan menyia-nyiakan harta yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala


* Rokok terdapat bau busuk yang bisa menyakiti (mengganggu) tetangganya (sekitarnya)
Kita ketahui bahwa bawang merah dan bawang putih adalah makanan yang mubah tetapi keduanya mempunyai bau yang tidak sedap. Dengan sebab bau yang tidak sedap Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – melarang orang yang makan bawang merah dan bawang putih untuk masuk masjid sampai hilang baunya.
Dari Jabir bin Abdillah Radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang makan bawang putih dan bawang merah, hendaklah ia menjauhkan diri dari masjid kami” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Apabila orang yang makan bawang merah dan bawang putih dilarang oleh Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – untuk masuk masjid, maka bagaimana dengan sesuatu yang haram dengan bau yang sangat busuk dan dapat menyakiti (mengganggu) orang yang di sekitarnya???
* Merokok merupakan sebab-sebab tidak dikabulkannya do’a
Dari Abu Hurairah Radliallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin apa yang telah diperintahkannya kepada para Rasul. Allah telah berfirman: ‘Hai para Rasul! Makanlah olehmu makanan yang baik-baik dan beramallah kamu dengan amalan yang sholeh’ dan Allah berfirman: ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah olehmu diantara rizki yang baik-baik, yang Kami berikan kepadamu’. Kemudian Beliau menceritakan seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, berambut kusut penuh dengan debu, dia menadahkan kedua tangannya ke langit, sambil berdo’a: Ya Rabbi… Ya Rabbi.. padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan barang yang haram, maka bagaimana do’anya akan dikabul” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadits ini bahwa laki-laki yang diceritakan Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – telah mendatangkan empat perkara yang semestinya do’anya dikabulkan. Yaitu:

Pertama: Safar dengan perjalanan yang jauh.
Dari Anas bin Malik – Radliallahu ‘anhu – dia berkata bahwasanya Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – bersabda:
Artinya:
“Tiga do’a yang tidak tertolak: Do’anya orang tua terhadap anaknya, do’anya orang yang sedang berpuasa, dan do’anya seorang musafir (yang sedang dalam perjalanan)” (HR. Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam silsilah shahihah no. 1797)
Kedua: Pakaian dan keadaan yang mencerminkan kesederhanaan.
Dari Abu Hurairah Radliallahu ‘anhu bahwasanya Rsulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Artinya:
“Banyak orang yang berambut kusut dan berdebu, bahkan bertolak dari semua pintu, tetapi apabila dia bersungguh-sungguh meminta kepada Allah, niscaya Allah akan menerimanya” (HR. Muslim)
Ketiga: Menengadahkan tangan ke langit.
Dari Salman Al-Farisi Radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Artinya:
“Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa” (HR. Abu Dawud)
Keempat: Merengek (meminta) dengan mengulang nama Allah (wahai Rabb-ku)

Namun semua itu tidak mempengaruhi terkabulnya do’a!! karena makanan yang dia makan, minuman yang dia minum semuanya merupakan dari hasil yang haram dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Bagaimana do’anya akan terkabulkan?“.
Berkata Ibnu Rajab: “Makanan haram, minuman haram, pakaian haram, dan dikenyangkan dengan barang yang haram merupakan sebab-sebab tidak dikabulkannya do’a” (Jaami’aluumi wal ahkam:92)

Ketahuilah bahwasanya seseorang itu akan dibangkitkan oleh Allah Ta’ala dari kuburnya dalam keadaan sebagaimana dia mati.
Dari Jabir Radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Artinya:
“Setiap hamba itu akan dibangkitkan dari kuburnya ketika dia mati“. (HR. Muslim)
Maka bagaimana keadaan perokok apabila dia mati dalam keadaan sedang merokok dan dia dibangkitkan dalam keadaan bermaksiat kepada Allah Ta’ala??


Nasehat Untuk Para Penjual Rokok

Apabila telah jelas bahwasanya merokok itu adalah haram dengan dalil-dalil yang telah diterangkan di atas, maka sesungguhnya menjualnya juga haram, karena jika Allah mengharamkan sesuatu, maka haram juga harganya (penjualannya), karena penjualannya merupakan saling membantu dalam perbuatan dosa. Allah Ta;ala berfirman :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran” (QS. Al-Ma’idah:2)
Ketahuilah bahwasanya harta yang halal walaupun sedikit itu lebih baik daripada harta yang banyak tetapi didapat dengan cara yang haram (spt menjual rokok). Allah Ta’ala berfirman :
قُل لَّا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ
“Katakanlah: tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu“. (QS. Al-Maidah:100)

Fatwa Syaikh Bin Bazz Rahimahullah Tentang Hukum Rokok dan Hukum Penjualan-nya

Pertanyaan:
Hukum merokok apakah haram atau makruh? Dan bagaimana hukum penjualan-nya?
Jawaban:
Rokok haram, karena rokok sesuatu yang buruk yang mengandung bahaya-bahaya yang banyak sekali, dan sesungguhnya Allah Ta’ala memubahkan untuk hamba-Nya sesuatu yang baik-baik dari makanan dan minuman-minuman dan yang lainnya, dan mengharamkan kepada mereka yang buruk-buruk, Allah Ta’ala berfirman :
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ
“Mereka menanyakan kepadamu apa yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah: dihalalkan bagi kalian yang baik-baik“. (QS. Al-Maidah:4)
Dan Allah Ta’ala berfirman tentang sifat Nabi-Nya Muhammad – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – di dalam surat Al-A’raaf :
يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
“Yang memerintahkan mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk“. (QS. Al-A’raaf:157)
Dan rokok juga yang sejenisnya semuanya bukan dari yang baik-baik, bahkan merupakan yang buruk-buruk, dan semua yang memabukan dari yang buruk-buruk.
Dan rokok tidak boleh menghisapnya dan menjualnya juga perdagangannya, karena terdapat bahaya-bahaya yang besar dan hukuman-hukuman yang berat.
Wajib bagi perokok atau pedagangnya untuk segera bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala dan menyesali perbuatannya yang lalu, dan berniat dengan sungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi, dan barang siapa yang bertaubat dengan kejujuran maka Allah akan menerima taubatnya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung“. (QS. An-Nur:31)
Dan firman Allah Ta’ala yang artinya:
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَىٰ
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholeh kemudian tetap di jalan yang benar“. (QS. Thaha:82)
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Taubat dapat meruntuhkan (dosa) yang sebelumnya”
Dan bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :
“Orang yang bertaubat dari dosa seperti tidak mempunyai dosa“.
Kami meminta kepada Allah Ta’ala untuk memperbaiki keadaan-keadaan kaum muslimin dan menjaga mereka dari setiap yang menyelisihi syari’at-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan (do’a hamba-Nya).

(Dari Fatwa Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bib Bazz – Rahimahullah Ta’ala – ).
(Sumber Buletin Manhaj Salaf edisi 2/th. V 3 Shafar 1430 H / 30 Januari 2009 M, http://manhaj-salaf.890m.com/hukum-rokok-dalam-pandangan-islam.html)

Dialog Pelajar




Dalam Rangka Memperingati Hari pahlawan, maka dari itu Pelajar islam indonesia kabupaten kutai kartanegara mengadakan kegiatan dialog pelajar yang bekerjasama dengan dinas pendidikan kabupaten kukar. acara berlangsung satu hari dan bertempat di perpustakaan SMA Negeri 1 Tenggarong, kegiatan ini juga bekerjasama dengan korps PII brigade Kalimantan Timur

Soetrisno Bachir (Ketua KB PII): "Kuncinya Ekonomi Harus Kuat"

Surisno_BachirCyber Sabili-Balikpapan. Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) periode 2011-2015, Sabtu (8/10) malam di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pemilihan secara aklamasi yang dilangsungkan dalam Munas ke-4 Perhimpunan KB-PII itu diikuti 29 pengurus wilayah KB-PII (tingkat provinsi) dan 150 pengurus cabang (tingkat kabupaten/kota).

"Mas Tris akan menjabat hingga 2015, didampingi dua wakil ketua umum, yakni Mayjen (Purn) Muchdi PR dan KH Cholil Ridwan," ujar Rasyid Muhammad, Ketua Panitia Munas KB-PII Tingkat Pusat.

Terpilihnya pengusaha asal kota batik Pekalongan ini tidak mengejutkan. Sebab, sudah diprediksi banyak pihak. Untuk mengetahui ke mana arah organisasi Perhimpunan KB PII ini akan dibawa,

Eman Mulyatman dari Majalah Sabili menggali langsung dari tokoh ini. Pertemuan dan Wawancara berlangsung dua kali sebelum dan sesudah terpilih. Pertama di kantornya di daerah Kuningan Jakarta dan kedua, di arena Musyawarah Nasional PKB PII di Balikpapan, berikut petikannya:

Bagaimana seharusnya PKB-PII ke depan?

Harus mempunyai suatu kekhasan, melihat bahwa PKB-PII wadah terhimpunnya alumni PII, yang mayoritas dari mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan banyak yang melanjutkan ke S2 dan S3.

Alumni PII apabila berhimpun semua di PKB-PII bisa ada ratusan ribu. Periode sebelumnya PKB-PII berhimpun satu angkatan dan satu organisasi yang usianya 65 tahun ke atas. Mengenang kejayaan masa PII dulu, mereka menyebutnya sebagai organisasi. Alumni yang kalangan terpelajar, mempunyai tanggung jawab moral, sosial, tanggung jawab keumatan dan kebangsaan untuk menjadi lokomotif perubahan Indonesia yang umat muslimnya besar.

Apa nilai lebihnya?

PII atau alumni PII diberi kelebihan oleh bangsa Indonesia, sebagai kalangan terdidik. Maka, ekonominya harus kuat, karena perlu biaya untuk pendidikan. Untuk makanan dengan gizi yang cukup juga butuh biaya. Pendidikan dan kesehatan yang menjadi sorotan dan arah PKB-PII. Di sinilah peran PKB-PII sebagai motor penggerak ekonomi.

Kuncinya adalah ekonomi harus kuat, sehingga ketika masuk ke pendidikan, kesehatan juga terwujud. SDM yang ada harus menyadari bahwa ekonomi kita dikuasai oleh bangsa luar. KB PII mengusahakan untuk melakukan perubahan. Karena bangsa akan dihargai jika ekonominya baik.

Semacam reformasi ekonomi gitu?

Tajdid amal usaha pendidikan dan kesehatan sudah coba dilakukan dari kalangan Muhammadiyah, tetapi Muhammdiyah belum memfokuskan di bidang ekonomi umat. Nah ini adalah ruang untuk menggerakkan dunia kewirausahaan. Dan teman-teman kita dari Tionghoa yang lebih banyak memegang peran. Masyarakat umat Islam kebanyakan guru, pengangguran, dan termarginalkan. Negara itu akan maju jika jiwa entreprenuernya minimal 2 persen dari seluruh total jumlah jiwanya. Sementara Indonesia baru 0.18 persen masyarakatnya yang berjiwa kewirausahaan.

Wah, harus ada perubahan sikap mental?

Ada satu paradigma baru bahwa ekonomi kapitalisme sedang mengalami kebangkrutan. Yang hanya menguntungkan kalangan ekonomi ke atas, kalangan sedikit, kalangan banyak tidak tersentuh. Sistem tersebut tidak berasaskan pada keadilan.

Kelirunya, orientasi keluarga Islam bukan ekonomi. Banyak yang mengacu pada hidup sederhana itu lebih baik. Islam itu harus sederhana. Makin tawadu makin shalih. Kenapa orang menjadi kaya tidak diperbolehkan? Padahal mereka nanti pun akan membayar zakat, namun karena miskin malah mengharapkan zakat.

Gawatnya, SDM kita lemah tak mampu bersaing?

Alumni PII dipersiapkan untuk menjadi manusia modern, yang diharapkan dapat menyeleksi budaya dari dunia luar yang positif. Semisal masyarakat Jepang yang bahkan lebih islami dari pada masyarakat Indonesia, yaitu masyarakat yang mendalami nilai-nilai Islam, seperti bekerja keras, maju, dan tidak korupsi. Untuk itulah Perhimpunan KB-PII diharapkan dapat menstimulasi, menggerakkan ekonomi. Seperti Muhammadiyah yang telah menggerakkan di dunia pendidikan dan kesehatan. Masyarakat pasti mempercayainya, karena SDM yang terdidik dan modern yang dibutuhkan KB-PII. Harus merubah mindset yang tadinya berdagang hanya digolongkan sebagai kelas dua. Tugas organisasi ini mempunyai tugas untuk melahirkan para wirausahawan.

Sarana–sarana di Indonesia lebih mendukung untuk mengadakan kemajuan ekonomi. Sayangnya non Muslim yang menguasai?

Pesan dari PerhimpunanKB-PII untuk membangun peradaban baru. Membangun masyarakat yang modern dan berakhlakul karimah yang tidak termarjinalkan oleh modernisasi. Peradaban yang berkualitas akan lebih memajukan masyarakat Islam. Ironis, harusnya umat Islam yang memajukan di bidang ekonomi. Perhimpunan

KB-PII harus menjadi leader di bidang ekonomi dan pendidikan, yaitu dengan menjadi pelopor strategis membangun peradaban baru. Program saya, harus mengarah ke sana. Meski tidak bisa membangun dalam satu periode. Pemimpin yang berhasil yaitu yang bisa menjadikan yang dipimpin bisa memimpin.

Apa peran strategisnya?

Perhimpunan KB-PII sudah empat kali Munas untuk pemilihan ketua umum dan pengurus. Perubahan gerakan sebenarnya di saat Indonesia sedang mengalami transformasi politik. Jangan sampai survei-survei yang menyatakan ketidakpercayaan pada penyelenggara pemerintah membuat masyarakat menjadi apatis. KBPII melakukan gerakan positif bukan malah ikut-ikutan membuat parpol. Kami tidak akan larut ke sana. Peran Perhimpunan KB-PII harus bisa menyelamatkan umat Islam dan Indonesia.

Munas sangat krusial karena menjelang pemilu. Apakah Anda ingin menjadikan Perhimpunan KB-PII sebagai kendaraan politik untuk pemilihan presiden?

KBPII jangan dijadikan kendaraan politik. Perhimpunan KBPII harus bersih dari parpol. Tugas yang lebih penting adalah memajukan/ menggerakkkan PII nya. Dahulu PII itu melawan PKI. Makanya muncul nama-nama besar semisal JK (Jusuf Kalla). Tetapi kini saingannya sudah banyak.

Bagaimana langkah-langkah strategis untuk mengembangkan para PII?

Yaitu dengan membuat ajang-ajang bisnis. Seperti membuat minimarket di banyak cabang seperti di Malaysia. Kontak bisnis, membangun menginventarisasi kader-kader yang lulusan PII yang mau kuliah di luar negeri, dan menyekolahkan mereka di sekolah bisnis.

Bagaimana membuat jaringannya?

Seperti koperasi, kontak bisnis, informasi lamaran kerja. Karena tidak semua bisa jadi entrepreneur. Bukan melarang menjadi pekerja, tetapi harus terus maju, bukan cuma mentok menjadi pegawai negeri saja.

Biodata:

Nama: Soetrisno Bachir

Lahir: Pekalongan, Jawa Tengah, 10 April 1957

Agama: Islam

Jabatan: Mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN)

Istri: Anita Rosana Dewi (Menikah 1989)

Anak:

1. Meisa Prasati

2. Layaliya Nadia Putri

3. Maisara Putri

4. Muhammad Izzam

Orangtua: Ayah Bachir Achmad (alm) dan Ibu Latifah Djahrie

Pendidikan:

-Sekolah Dasar (SD), di Pekalongan (1969)

-Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), di Pekalongan (1972)

-Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), di Pekalongan (1975

-Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (tidak selesai)

-Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan ((Unika)

Pengalaman Kerja:

-Usaha Batik (1976-1980)

-Vice President Direktor Ika Muda Group (sejak 1981)

-Presiden Direktur Grup Sabira (Merupakan induk bagi 10 perusahaan bergerak di bidang keuangan, investasi, perdagangan, konstruksi, properti, ekspor impor, pelabuhan, dan agrobisnis)

Perusahaan Grup Ika Muda:

1. PT Ika Bina Muda (real estat & developer)

2. PT Ika Graha Muda (real estat & developer)

3. PT Ika Sarana Muda (real estat & developer)

4. PT Ika Muda Corpora (ekspor-impor)

5. PT Ika Citra Fishtama (coldstorage & processing)

6. PT Ika Muda Rotanindo (industri rotan)

7. PT Sawo Jajar (tambak udang)

8. PT Ika Muda Hatchery (hatchery)

9. PT Ika Muda Wisata (biro perjalanan)

10. PT Ika Perfecta Rimba (industri Chopstick)

11. PT Buah Harum (perkebunan)

12. PT Ika Chirza Putra (tambak udang)

13. PT Ika Muda Apraisindo (appraisal)

14. PT Top Mode Indonesia (media massa)

Organisasi:

- Partai Amanat Nasional

- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)

sumber : http://sabili.co.id

KB PII: Jangan Semuanya Berpolitik

KB PII: Jangan Semuanya Berpolitik
Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) mengimbau anggotanya agar tidak semuanya berpolitik।

Berkecimpung di bidang politik membuat perhatian kepada umat semakin berkurang dan cenderung egois serta sektoral. "Ini tidak baik. Harus ada yang memikirkan nasib umat," papar Ketum KB PII, Sutrisno Bachir, setelah pelantikannya, Ahad (9/10).

Dia mengatakan selama ini masih banyak anggota KB PII terlalu sibuk berpolitik praktis di level legislatif dan eksekutif. Diantaranya adalah petinggi Dewan Perwakilan Daerah (DPD), AM Fatwa. Anggota lainnya banyak yang menjadi staf ahli pejabat daerah dan pemerintah pusat.

Menurut Sutrisno, yang dibutuhkan saat ini adalah perhatian kepada umat. Mereka dianggapnya belum merasakan kemakmuran bangsa ini. Umat harus dibina agar mampu merubah nasib.

Umat juga membutuhkan pengetahuan tentang Islam yang memadai. "Saya mengimbau agar mereka ikut memikirkan masalah keumatan," ujarnya.

sumber : republika.co.id

Beasiswa, Jangan Ditiadakan Tapi Dioptimalkan

Oleh Imam Nawawi


KALTIM TODAY [NOTE KE-17] -- BERBICARA Kaltim, memang cukup istimewa, terkhusus jika melihat para mahasiswanya. Hampir semua mahasiswa dari Kaltim mendapat santunan belajar berupa beasiswa. Ada yang dapat dari Pemda, juga ada yang dapat dari Pemprov.

Jumlah beasiswa yang diterima pun terbilang cukup besar dan masih bisa digunakan untuk sedikit membeli kebutuhan kuliah lainnya. Kondisi tersebut menjadikan mahasiswa dari propinsi lain cukup "iri" dengan mahasiswa asal Kaltim.

Tentu hal tersebut membawa dampak psikologis yang positif bagi para mahasiswa, terlebih mereka yang menimba ilmu di luar Kaltim. Mereka umumnya punya kepercayaan diri yang bagus, yang sebagian besar dari mereka biasanya berjiwa petualang.

Namun demikian kalau berani mengambil tolok ukur ideal, mungkin masih sedikit mahasiswa asal Kaltim yang benar-benar sukses meraih studinya, baik secara akademik maupun keorganisasian. Seperti apa yang telah diraih tiga mahasiswi dari Fakultas Hukum UGM Yogyakarta baru-baru ini, dimana ketiganya mampu meraih indeks prestasi kumulatif dengan angka sempurna, 4,00.

Lebih menarik lagi kalau kita melihat Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejak tahun 2001 hingga saat ini, Pemkab Kukar memberikan beasiswa bagi seluruh pelajarnya. Mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Bahkan hampir seluruh mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mendapatkan beasiswa setiap tahunnya.

Kebijakan besar itu merupakan derivasi dari program GERBANG DAYAKU (Gerakan Pembangunan dan Pemberdayaan Kutai Kartanegara) yang pernah digagas oleh mantan ketua APKASI pertama yang juga Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani HR. Mungkin karena antusiasme yang tinggi terhadap pembangunan SDM Kukar, proses penyaluran beasiswa pun dilaksanakan tanpa prosedur administratif yang sangat ketat. Harapannya agar seluruh elemen masyarakat Kukar bebas dari kebodohan dan semua bisa mendapat akses untuk menerima santunan pendidikan, berupa beasiswa.

Akan tetapi karena mindset atau mental sebagian besar pelajar di Kukar belum terbangun, dana bantuan beasiswa itu masih banyak yang disalahfungsikan. Patut diduga, tidak sedikit dari uang beasiswa itu dapat digunakannya untuk gonta-ganti HP, laptop, atau alat elektronika lainnya. Bahkan mungkin ada yang menggunakannya untuk berkencan dengan lawan jenisnya.

Memang ada, meskipun rasanya sangat sedikit, sebagian lainnya yang benar-benar memanfaatkannya untuk mendukung proses belajar hingga meraih prestasi. Tetapi umumnya, orang melihat bahwa beasiswa itu dimanfaatkan pada tempat yang tidak semestinya.

Secara hukum alam, mungkin wajar saja. Ada di antara mahasiswa yang tidak benar-benar memanfaatkan dana beasiswa itu untuk sukses studinya. Namun bagaimanapun, program adalah program. Ia harus direncanakan sedemikian rupa dan dievaluasi sedemikian rupa. Jika tidak, maka dana besar beasiswa itu akan menguap tanpa makna.

Mungkin itulah yang terbesit dalam pemikiran seorang Isran Noor, seorang pemimpin yang sangat konsen dengan pendidikan, hingga akhirnya dengan tegas menyatakan bahwa pemberian beasiswa khusus bagi mahasiswa asal Kutai Timur di tahun ini (2012) akan ditiadakan.

Evaluasi pun dilakukan. Sebagaimana laman berita Kompas.com laporkan bahwa, "Hasil evaluasi tim Pemkab menunjukkan bahwa bantuan beasiswa itu tidak selamanya bermanfaat, tetapi justru berdampak negatif," ujar Bupati Kutai Timur Isran Noor di Sangata, Kamis (15/12/2011).

Dampak negatif yang dimaksudkan oleh Bupati Kutai Timur itu adalah menurunnya etos belajar para mahasiswa, khususnya mereka yang menimba ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur (Stiper Kutim).

"Saya melihat sekarang ini justru ada efek-efek negatifnya dengan pembebasan biaya pendidikan, contoh seperti di Stiper Sangata, karena dibebaskan biayanya, justru tidak semangat belajar," demikian ungkap Isran Noor dalam isi berita itu.

Bahkan Isran Noor mengaku sangat kecewa dengan hasil temuan tim evaluasi yang menemukan bahwa ada di antara penerima beasiswa yang belajar di Jawa dan Sulawesi justru tidak kunjung selesai studinya. Dan, setelah dicek, ternyata ada sebagian yang sudah menikah dan tinggal di asrama.

Inilah satu fakta yang menjadikan seorang Isran Noor langsung mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan kebijakan penghentian bantuan beasiswa yang akan dimulai dari tahun 2012.

Optimalisasi Lebih Baik
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bisa dikatakan cukup beralasan. Dan, rencana untuk kemudian menertibkan program penyaluran beasiswa itu adalah satu langkah progressif yang mesti diupayakan secara berkesinambungan.

Menghentikan secara total tentu bukan merupakan langkah yang bijaksana dan solutif. Pasti akan ada perlawanan dan ketidakrelaan dari sebagian masyarakat. Alangkah indahnya jika kebijakan yang dikeluarkan adalah mengoptimalisasikan penyaluran beasiswa.

Jadi mekanismenya beasiswa tidak disalurkan secara merata (semua dapat). Tetapi disaring berdasarkan uji kompetensi akademik, kreativitas, atau mental kepemimpinan. Jadi mereka yang tidak memenuhi kriteria dari uji yang ditetapkan, tidak berhak untuk menerima beasiswa. Cara seperti ini akan membuat mereka yang punya minat dan kesungguhan akan sangat terbantu dan lebih giat belajar. Sedangkan mereka yang gagal, akan berusaha lebih giat lagi belajar agar bisa mendapatkan bantuan beasiswa.

Akan tetapi jika ditiadakan secara total, hal tersebut akan sangat merugikan para mahasiswa yang indeks prestasinya bagus, dan punya kredibilitas baik. Bagi mereka yang asal kuliah, mungkin tidak ada masalah. Tapi apa iya kita tega menyamakan mereka yang baik prestasinya dengan yang tidak?.

Jadi optimalisasi beasiswa mungkin bisa menjadi alternatif solusi. Bagaimana Pemkab Kutim dalam hal ini menyiapkan satu sistem penyaluran beasiswa yang lebih akurat. Dengan demikian yang menerima beasiswa adalah mereka yang memang benar-benar punya semangat belajar yang tinggi, dan punya komitmen untuk membangun Kutai Timur. Misalnya, bagi seluruh mahasiswa yang menerima beasiswa, wajib melaporkan hasil studinya ke Pemkab. Siapa yang nilai semesternya tetap atau bahkan menurun, maka bantuan dihentikan. Dan, bagi yang naik dan terus meningkat akan tetap mendapat bantuan beasiswa.

Sepintas mungkin agak ribet, atau terlalu repot, jika pemkab harus sampai ketahap tersebut. Tetapi demi kemajuan Sangata dan Kutim secara keseluruhan tentu itu adalah tawaran yang harus diterima.

Jaring Sejak Dini
Kalau ingin benar-benar optimal, Pemda di seluruh Kaltim atau bahkan Pemprov, akan sangat baik jika melakukan penjaringan pelajar berprestasi sejak dari SMA. Dari mereka yang berprestasi inilah beasiswa saat kuliah diberikan tanpa syarat dan prosedur yang berbelit-belit.

Langkah tersebut akan memudahkan Pemda dalam evaluasi dan maksimalisasi program beasiswa. Jadi akan sangat efektif bahkan mungkin akan sangat produktif. Memang sudah saatnya pemerintah yang agresif, sehingga data yang dikantongi tim beasiswa pemerintah benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Selama ini yang agressif adalah masyarakat, Pemda merasa sudah puas dengan memberikan pengumuman kepada masyarakat bahwa ada program beasiswa. Kemudian pasif menunggu bola dan tidak punya sistem verifikasi yang memadai. Akibatnya data yang dikantongi, mayoritas masih belum bisa dikatakan valid.

Bukan sebuah hal yang langka, bahwa ternyata ada mahasiswa Kaltim yang berprestasi justru tak mendapatkan beasiswa, hanya karena mereka tidak mengerti ada program tersebut.

Jadi, sebaiknya beasiswa diberikan kepada pelajar SMA yang sejak kelas XI hingga kelas XII selalu mendapati ranking 10 besar. Kepada mereka diberikan jaminan kuliah sesuai minat mereka. Selain akan memicu dan memacu semangat belajar sejak SMA, pelajar kita akan punya rencana belajar yang baik, sehingga kita bisa berharap tumbuhnya karakter belajar, dan etos keilmuan kepada mereka.

Akan tetapi kalau seperti sistem yang selama ini berjalan, tentu akan banyak yang tidak tepat sasaran. Apalagi soal KTP kan soal yang tidak terlalu rumit untuk dimanipulir. Jadi kembali ke Pemda juga, apakah ingin benar-benar optimal atau tidak. Jika ingin optimal maka saatnya sekarang meninggalkan tradisi jemput bola.

Mahasiswa, Belajarlah!
Bagi para mahasiswa, sebagai kandidat intelektual, tidak semestinya kebijakan Bupati Kutai Timur direspon secara reaktif. Mari kita intropeksi diri kita masing-masing. Apa benar kita telah menjalankan fungsi, tugas, dan peran sebagai mahasiswa dengan sebaik-baiknya. Jika tidak maka perbaikilah diri, tekunlah belajar dan giatlah dalam berkarya. Prinsipnya bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang ada, sehingga kita benar-benar bisa menjadi insan cendekia.

Mungkin ini adalah pil pahit. Tapi kalau kita menyadari bahwa kita sedang sakit, maka pil pahit itu adalah pilihan. Makan dan telanlah, biarkan rasa pahit itu menyeruak pada lidah dan tenggorakan kita. Sebab esok kita akan sembuh. Rubahlah dirimu, jadilah mahasiswa yang punya visi dan karakter dengan mental pembelajar yang baik.

Akhir kata, kepada para mahasiswa, belajarlah dengan tekun. Akrablah kalian dengan buku, dosen, dan seminar-seminar, dan teruslah berdoa. Jangan biarkan waktumu melayang hanya karena dorongan hawa nafsu saja; berpacaran, hura-hura, dll. Agar kelak engkau bisa menjadi inspirasi masyarakat Kaltim.

Jangan pragmatis, jangan sedih tapi tersenyumlah. Jangan berkhianat tapi amanahlah. Jika itu berhasil kau lakukan, tentu pintu “beasiswa” akan terbuka lebar bahkan dengan jumlah yang lebih besar dan tak terduga-duga. Insya Allah!.[KTC]

*Imam Nawawi adalah kolumnis www.kaltimtoday.com dan mantan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kutai Kartanegara, कल्तिम

sumber : http://www.kaltimtoday.com/2012/02/beasiswa-jangan-ditiadakan-tapi.html

PII Bertemu Komisi IV


Kompleksnya masalah pendidikan menjadi sorotan dari berbagai kalangan merupakan hal biasa, namun bagi para pelajar sendiri yang langsung menyoroti masalah pendidikan merupakan kemajuan baru. Kamis (2/2) lalu sekelompok pelajar yang tengah mengikuti Leadership Basic Training (LBT) dan Intermediate Training yang dikoordinir oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) Kutai Kartanegara, secara khusus melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD.
Meskipun para pelajar ini masih duduk di bangku SLTP dan SMU namun dalam prakteknya mempunyai keberanian dan kepedulian yang besar hingga mampu langsung mempertanyakan masalah pendidikan pada Komisi IV DPRD yang membidangi masalah tersebut। Walau masih dalam tahap belajar namun apa yang telah dilakukan ini disambut baik seluruh anggota dewan।


tanya jawab antara anggota Komisi IV dengan PII
Photo: pwt


Ditemui langsung oleh Ketua Komisi HM Ali Hamdi ZA SAg beserta seluruh anggotanya, nampak para pelajar ini sangat antuasias mempertanyakan masalah pendidikan di Kutai Kartanegara, khususnya menyangkut keperpihakan kebijakan pendidikan pada pelajar yang tidak mampu yang dijadikan tema audiensi ini. Tidak hanya itu mereka juga mempertanyakan tugas dan cara kerja Komisi IV terhadap dunia pendidikan, apakah hanya menerima laporan dan juga turun langsung kelapangan dengan mendatangi sekolah-sekolah.
Eni salah seorang peserta bahkan tanpa segan mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBD yang selama ini dijanjikan pemerintah. Melihat besarnya APBD Kutai Kartanegara mencapai Rp 2,7triliun pada 2005 lalu, pastinya semua sekolah yang ada akan terjamin mutu dan kualitasnya, namun kenyatannya masih banyak ditemui bangunan sekolah dan fasilitasnya yang kurang mendukung, khususnya didaerah-daerah kecamatan. (pwt)


sumber: http://www.dprdkutaikartanegara.go.id/bacawarta.php?id=411