Selamat Datang di situs resmi Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia, kabupaten kutai kartanegara selamat menikmati, bersama etam membangun pelajar dengan berbasis imtaq dan iptek di odah kita.

KONFRENSI WILAYAH KALTIM KE 15

pemilihan dan pelantikan pengurus wilayah periode 2011-2013.

Lambang PII, dan badan otonom serta Keluarga Besar

sejak 1947 berkiprah memajukan pendidikan di indonesia

Peringatan Hari jadi PII tahun 2012

Mengundang dai kondang "ustadz Azhari nasution" dai muda pilihan ANTV

Aksi Kemanusiaan

Galang Dana Untuk Korban kebakaran

Dialog pelajar

bekerjasama dengan korps brigade PII kaltim dalam rangka hari pahlawan

Agenda Selanjutnya Leadership Basic Training di Tenggarong, Kutai Kartanegara SMA Negeri 2 Tenggarong. Pada Tanggal 25 - 31 Juli 2012

Jumat, 29 Juni 2012

Games












Bagi Teman teman yang mau download Games islami untuk anda sendiri atau keluarga kalian dan juga adek - adek kalian. Silakan download aja disini








Arabic Alphabet download klik disini
Mewarnai download klik disini
Crosswords (TTS) download klik disini
Puzzle Jigsaw download klik disini
Puzzle wordsearch download klik disini
Quis Islami download klik disini
Find the word download klik disini
Islamic word scramble game download klik disini
memory game download klik disini
spot the difference download klik disini
sambung hijaiyah download klik disini 

sumber : islam-download.net

Siti Maysitoh


“Apa, di dalam kerajaanku sendiri ada pengikut Musa?” Teriak Fir’aun dengan amarah yang membara setelah mendengar cerita putrinya perihal keimanan Siti Masyitoh. Hal ini bermula ketika suatu hari Siti Masyitoh sedang menyisir rambut putri Fir’aun, tiba-tiba sisir itu terjatuh, seketika Siti Masyitoh mengucap Astagfirullah. Sehingga terbongkarlah keimanan Siti Masyitoh yang selama ini disembunyikannya.
“Baru saja aku menerima laporan dari Hamman, mentriku, bahwa pengikut Musa terus bertambah setiap hari. Kini pelayanku sendiri ada yang berani memeluk agama yang dibawa Musa. Kurang ajar si Masyitoh itu,” umpat Fir’aun.

“Panggil Masyitoh kemari,” perintah Fir’aun pada pengawalnya. Masyitoh datang menghadap Fir’aun dengan tenang. Tidak ada secuil pun perasaan takut di hatinya. Ia yakin Allah senantiasa menyertainya.
“Masyitoh, apakah benar kamu telah memeluk agama yang dibawa Musa?”. Tanya Fir’aun pada Masyitoh dengan amarah yang semakin meledak.
“Benar,” jawab Masyitoh mantap.
“Kamu tahu akibatnya? Kamu sekeluarga akan saya bunuh,” bentak Fir’aun, telunjuknya mengarah pada Siti Masyitoh.
“Saya memutuskan untuk memeluk agama Allah, maka saya telah siap pula menanggung segala akibatnya.”
“Masyitoh, apa kamu sudah gila! Kamu tidak sayang dengan nyawamu, suamimu, dan anak-anakmu.”
“Lebih baik mati daripada hidup dalam kemusyrikan.”
Melihat sikap Masyitoh yang tetap teguh memegang keimanannya, Fir’aun memerintahkan kepada para pengawalnya agar menghadapkan semua keluarga Masyitoh kepadanya.
“Siapkan sebuah belanga besar, isi dengan air, dan masak hingga mendidih,” perintah Fir’aun lagi.
Ketika semua keluarga Siti Masyitoh telah berkumpul, Fir’aun memulai pengadilannya.
“Masyitoh, kamu lihat belanga besar di depanmu itu. Kamu dan keluargamu akan saya rebus. Saya berikan kesempatan sekali lagi, tinggalkan agama yang dibawa Musa dan kembalilah untuk menyembahku. Kalaulah kamu tidak sayang dengan nyawamu, paling tidak fikirkanlah keselamatan bayimu itu. Apakah kamu tidak kasihan padanya.”
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Fir’aun, Siti Masyitoh sempat bimbang. Tidak ada yang dikhawatirkannya dengan dirinya, suami, dan anak-anaknya yang lain, selain anak bungsunya yang masih bayi. Naluri keibuannnya muncul. Ditatapnya bayi mungil dalam gendongannya. “Yakinlah Masyitoh, Allah pasti menyertaimu.” Sisi batinnya yang lain mengucap.
Ketika itu, terjadilah suatu keajaiban. Bayi yang masih menyusu itu berbicara kepada ibunya, “Ibu, janganlah engkau bimbang. Yakinlah dengan janji Allah.” Melihat bayinya dapat berkata-kata dengan fasih, menjadi teguhlah iman Siti Masyitoh. Ia yakin hal ini merupakan tanda bahwa Allah tidak meninggalkannya.
Allah pun membuktikan janji-Nya pada hamba-hamba-Nya yang memegang teguh (istiqamah) keimanannya. Ketika Siti Masyitoh dan keluarganya dilemparkan satu persatu pada belanga itu, Allah telah terlebih dahulu mencabut nyawa mereka, sehingga tidak merasakan panasnya air dalam belanga itu.
Demikianlah kisah seorang wanita shalihah bernama Siti Masyitoh, yang tetap teguh memegang keimanannya walaupun dihadapkan pada bahaya yang akan merenggut nyawanya dan keluarganya.
Ketika Nabi Muhammad Saw. isra dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, beliau mencium aroma wangi yang berasal dari sebuah kuburan. “Kuburan siapa itu, Jibril?” tanya baginda Nabi.
“Itu adalah kuburan seorang wanita shalihah yang bernama Siti Masyitoh,” jawab Jibril.

sumber : http://cerpen-alhidayah.blogspot.com/

Kamis, 28 Juni 2012

Alur Proses Registrasi dan Heregistrasi di Unmul

Karena Sebagian dari Anggota PII Kukar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, nah baru aja admin ketemu alur Registrasi Ulang dan Heregistrasi di Unmul.(Universitas Mulawarman).
Karena di situs asalnya ada gangguan jadi silakan kunjungi di sini aja... tapi maaf aja gambarnya sedikit gak jelas, karena baru ketemu yang ini saja, ukuran aslinya lagi bermasalah. Selamat Menikmati.

Setelah Mendengar Al Qur'an Perilaku Kaka' Berubah

Ricardo Kaka, bintang sepak bola asal Brazil mengatakan, “Al-Quran lebih indah dari perkataan manusia dan merupakan sebuah mukjizat.” Pemain yang bernama asli Ricardo Izecson dos Santos Leite yang kini bermain untuk grup asal Spanyol Real Madrid ini menambahkan, “Saat kita membaca Al-Quran, maka setiap orang akan menyadari bahwa ini bukan hasil karya seorang manusia melainkan sebuah mukjizat.”

Ketua Bidang Agama Perhimpunan Lembaga-lembaga Agama Brazil berkomentar mengenai Kaka, ia mengatakan, “Kaka adalah seorang Kristian yang religius, akan tetapi religiusitasnya ini tidak menjadi penghalang baginya untuk mengungkapkan rasa hormatnya kepada agama-agama lain, melainkan ia memberikan perhatiannya kepada spiritual.”

Bersamaan dengan ini, imam jamaah masjid Gorolius di Brazil sembari menolak berita mengenai kemusliman bintang Brazil ini mengatakan, “Kaka adalah seorang Kristian yang rajin ke gereja, akan tetapi ia senang mendengarkan Al-Quran.”

Dari sisi lain, Ketua Lembaga Dakwah Islam di Brazil mengatakan bahwa setelah mendengarkan Al-Quran, perilaku Kaka menjadi berubah, ia memberikan penghormatannya yang mendalam kepada Islam dan muslim.

Dia menegaskan, “Kecintaan dan penghormatan Kaka terhadap agama Islam akan memberikan iklim baru bagi para pendukung bintang Brazil dan tim Real Madrid ini.”

Dikatakan, pemain yang dulu pernah membela tim asal Italia Ac Milan ini, bulan lalu setelah hadir di masjid yang khusus untuk para wisatawan di kota Dubai, Uni Emirat Arab mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang murah hati dan pengasih, dan dengan melihat perilaku terpuji para Muslim, membuatnya tertarik untuk mengenal dan mengkaji agama ini lebih jauh. (IPABI Online/shabestan)

Sumber : http://www.ipabionline.com/2012/03/setelah-mendengarkan-al-quran-perilaku.html

Jimly: Koin Gedung KPK Tamparan Keras bagi DPR

TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Ashiddiqie, menilai pengumpulan koin dari masyarakat untuk disumbangkan pembangunan gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) merupakan tamparan bagi DPR dan pemerintah. Pengumpulan koin itu merupakan kepedulian masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pejabat eksekutif ataupun legislatif harus juga peduli," kata Jimly saat berada di Yogyakarta, Kamis 28 Juni 2012.

Uang koin yang dikumpulkan oleh rakyat itu, kata dia, juga tidak akan mencukupi untuk pembangunan gedung yang mencapai Rp 160-an miliar. Lagi pula KPK juga tidak bisa serta-merta menerima uang itu. Sebab itu juga disebut korupsi karena KPK adalah lembaga negera.

Uang yang memang dikumpulkan dari masyarakat itu sah-sah saja. Namun uang itu jika sudah diserahkan harus dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Ia melanjutkan, pembangunan gedung itu seharusnya tidak menjadi isu politik. Apalagi isu itu digiring menjadi konflik antara KPK dan Komisi III DPR. Memang secara obyektif KPK perlu gedung yang memadai.

Sebenarnya, banyak lembaga negara yang membutuhkan gedung. Seperti Badan Pengawas Pemilu dan instansi lain. Tetapi di sisi lain banyak pula lembaga yang banyak mempunyai gedung. Namun penggunaannya tidak produktif.

Jimly mencontohkan aset-aset gedung yang dikelola Kementerian Keuangan, yang banyak jumlahnya, tapi tidak optimal dalam pemanfaatannya.

"Seharusnya ada koordinasi antar-instansi untuk membahas ini. Kementerian Keuangan harus turun tangan. Jangan lihat soal gedung ini secara sektoral," kata dia.

Ia menyarankan semua pihak harus mendukung dan mempunyai komitmen dalam permasalahan rencara pembangunan gedung KPK tersebut. Di sisi lain KPK juga tidak diperbolehkan mengkoordinasi pengumpulan uang dari masyarakat untuk kebutuhan pembanginan gedung itu.

MUH SYAIFULLAH

Sumber : Tempo.com

Komisi X Desak Pemerintah Kaji Ulang Rencana Postur Anggaran Fungsi Pendidikan

Rencana Postur Anggaran Fungsi Pendidikan tahun 2013 nanti harus ditinjau dan dikaji ulang oleh pemerintah agar tidak terjadi lagi disclaimer dari hasil audit BPK. Demikian disampaikan Ahmad Zainuddin, anggota komisi X yang membidangi masalah pendidikan, pemuda dan olah raga serta parekraf ini kemarin di Jakarta. Seperti diketahui dalam laporan Kemendikbud, postur anggaran fungsi pendidikan tahun 2013 mengalami kenaikan yang cukup signifikan diantaranya pada anggaran peruntukan Dana Alokasi Umum (DAU), Tunjangan Profesi Guru dan Anggaran Pendidikan dalam Otonomi Khusus (OTSUS).
Menyoroti tentang alokasi anggaran pendidikan yang dikatakan minimal 20 % dari APBN sesungguhnya tidak terpenuhi. Pasalnya, menurut legislator PKS ini alokasi anggaran DAU mencapai 39,5% dari total anggaran pendidikan yang ada. Padahal alokasi DAU yang peruntukannya digunakan untuk gaji, tunjangan dan subsidi penghasilan masih ditambah lagi dengan alokasi Tunjangan Profesi Guru yang mencapai 13,6 %.
“Ini menunjukkan bahwa dalam postur anggaran pendidikan kita terjadi alokasi anggaran ganda,” ungkapnya.
Untuk itu Ahmad Zainuddin, mengusulkan kepada pemerintah untuk mengkaji ulang postur anggaran fungsi pendidikan pada tahun anggaran 2013 nanti. Lebih lanjut Ia mengatakan seharusnya komponen anggaran pendidikan tidak dimasukan unsur gaji, karena hal tersebut sudah menyedot setengah dari anggaran pendidikan kita.

“Jadi pemerintah tidak usah mengklaim anggaran pendidikan kita 20,20 % dari APBN, karena faktanya anggaran pendidikan kita jika minus DAU dan Tunjangan Profesi Guru itu hanya sekitar 10 % dari APBN. Jika anggaran pendidikan murni 20 %, maka pendidikan gratis dan juga peningkatan kualitas mutu pendidikan akan mudah terwujud,” ujarnya.

Menurutnya dengan memperhatikan perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah, disamping itu dengan adanya desentralisasi pendidikan sesungguhnya perlu dirumuskan lagi keterlibatan pemerintah pusat dan daerah agar peningkatan kualitas mutu pendidikan ini menjadi perhatian dan tanggungan bersama.*


Sumber : Hidayatullah.com